Friday, December 7, 2007

Sebuah Dunia Dibalik Cermin

Pernahkah kau melihatnya, sebuah dunia lain, dunia yang penuh dengan misteri, dunia yang tak pernah kau khayalkan keberadaannya. Dunia yang tampak sama dengan dunia yang kita tempati, hanya saja semua terbalik keadaannya. Kanan didunia nyata maka kiri didunia itu, cinta didunia nyata maka benci didunia itu, baik didunia nyata maka buruk didunia itu, surga pada dunia nyata maka neraka didunia itu.
Dunia dibalik cermin, sebuah dunia kontra, dunia yang dapat memutarbalikkan sebuah fakta menjadi sebuah kebohongan. Dunia yang menampilkan sesuatu yang bertentangan dengan realita. Sebuah dunia halusinasi, dunia palsu.
Pernahkah kau bayangkan bagaimana dengan penghuni dunia dibalik cermin itu ? Jawabannya bisa kau temukan apabila kau berdiri dihadapan sebuah benda yang dapat memantulkan bayanganmu. Merefleksikan dirimu dari sebuah sisi yang bertentangan, melukiskan dirimu sebagai sesuatu yang kau kira sama, tapi tidak, kau telah dibohongi, bahkan sebelum kau sadar bahwa kau telah dibohongi. Tidak, aku tidak mengatakan bahwa kau bodoh, tapi itulah sifat dasar manusia, yang selalu menipu dirinya sendiri, menganggap kesempurnaan dapat diperoleh. Ya, kesempurnaan memang dapat diperoleh, dapat diraih, dapat dimiliki hanya jika dengan sebuah kepalsuan. Ingat, tak ada yang sempurna selain Dia, Dia Yang Maha Sempurna.
Mungkin amat sangat terlalu rumit untuk dipahami mengapa dunia dibalik cermin itu ada. Mungkin amat sangat terlalu sulit untuk dipercayai apakah dunia dibalik cermin itu ada. Percayalah dunia itu memang ada, aku pernah kesana melihat dengan mata dan hatiku, mencoba menelaah mengapa Sang Pencipta membuat sebuah dunia dibalik cermin. Jawabannya tidak lain, tidak bukan dunia dibalik cermin diciptakan bagi manusia, agar manusia mampu belajar untuk melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda. Menyadari bahwa semua hal didunia ini memiliki dua sisi yang berbeda, sisi yang harus ditangani dengan cara yang berbeda.
Dunia dibalik cermin sebuah dunia yang memberikan manusia pertimbangan, peringatan, pengetahuan mengenai arti hidup yang sebenarnya. Semoga semua manusia dapat memahaminya, agar mendapat kebahagian abadi.

Adzari Anandito


Jum’at, 050903

No comments:

Powered By Blogger