Monday, August 31, 2009

saya dan dilema digital fotografi

jangan harap gw akan bahas soal masalah "umum" digital fotografi yang beberapa periode terakhir ini sedang dalam masa kejayaannya. mulai dari hardware yang semakin gila-gilaan sampai k software yang waras-warasan ^^. 
masalah "khusus" fotografi yang mengganggu pikiran gw adalah masalah : Pencetakkan Foto
pada era sebelum digital fotografi berkembang sedemikian dahsyatnya, orang harus rela pergi k tempat percetakan foto untuk melihat hasil jepretan mereka, entah hasilnya burem kek, terang banget kek, or bagus, orang tetap harus cetak tu foto, biar bisa melihat hasilnya..
nowdays, termasuk gw, orang lebih cenderung suka nyimpen hasil jepretannya di harddisk or di situs fotografi/pertemanan/sejenisnya. g masalah sama sekali, kecuali mereka punya nyokap kayak nyokap gw, yang g bakal puas dengan ngelihat hasil jepretan di layar komputer gw
"cetak tu foto" begitu beliau bersabda
"y elah, bwt ap c??" sahut gw
"biar bisa d liat" jawabnya lagi
"kan ud ne" sanggah gw sambil nunjuk k layar monitor
"udah lah cetak aj" kata nyokap sambil ngeluari 2 lembar 100k-an
"ok deh" jawab gw sambil mesam mesem (ad duit segera berangkat!!)
sebenernya gw kurang begitu suka dengan digital fotografi, entahlah, semua terasa begitu praktis dan instan (walaupun sebagian teman gw yang "penggila" digital fotografi bakal ng-debat ini sampai mampus!!!)
dulu 1 jepretan begitu berharga, selain daripada moment yang g bakal terulang, harga KLISE/FILM foto pun relatif mahal, agak sayang buat membuang-buang jepretan..
sekarang, asal batere masih kuat, memory storage masih lapang, jeprat jepret bakal terus berlanjut, dan g perlu d cetak, cukup d lihat aja, d edit kalo perlu, biar lebih asoy
tapi, ne semua kan balik lagi k selera, k kebutuhan masing-masing, k kemampuan masing-masing ^^
-i do need digital camera, but i do prefer an analog photo album-
Adzari Anandito
3.31pm wib
310809

Wednesday, August 26, 2009

10 minutes

saya lupa baca kalimat ini dimana : "kalau hidup kamu tinggal 10 menit apa yang akan kamu lakukan?" yang pasti kalimat itu membawa saya ke paling tidak dua pertanyaan subtansial, dan beberapa pernyataan sub-subtansial.

1. kenapa 10 menit???
kenapa tidak 5??6???7????atau berapa saja, kenapa harus 10 menit???

Madonna bilang 4 menit sudah cukup untuk menyelamatkan dunia, lalu bagaimana jika dalam 10 menit kita sudah meninggalkan dunia???..fiuh

tapi sudahlah, kali ini saya memaafkan angka, seperti saya dulu memaafkan matematika ^^

2. apa yang saya lakukan dalam 10 menit terakhir hidup saya???

2.1. sebelum apa, saya lebih suka berbicara soal dimana. saya tidak ingin 10 menit terakhir hidup saya, saya berada di tempat, yang tidak saya inginkan, tempat yang dilarang-diharamkan oleh agama saya.saya ingin berada di tempat yang baik sesuai dengan agama saya. Amin

2.2. dengan siapa saya saat itu adalah hal yang tidak kalah tidak penting. saya ingin saya berada disekitar orang yang mencintai saya. sehingga saya yakin, akan ada yang mendoakan saya nantinya. Amin

2.3. apa yang telah saya lakukan selama hidup saya, dalam 10 menit, saya yakin, tidaklah cukup untuk me-review ulang semua itu. saya berharap saya telah melakukan yang terbaik, atau mungkin yang ter-cocok dalam hidup saya. Amin



--------> sekarang apa yang saya lakukan dalam 10 menit???
  1. minta maaf pada orang tua
  2. minta maaf maaf pada keluarga
  3. minta pada Tuhan agar hidup tidak berakhir dalam 10 menit. Amin



---saya yang selalu percaya, bahwa Tuhan, tidak akan memberi ujian, yang melebihi kemampuan hambanya---





adzari anandito
11.21pm
260809

Monday, August 24, 2009

terimakasih y ALLAH
telah menunjukkan pintu untuk ku lalui..

kini izinkan aku, melewati pintu itu, dengan baik, demi cita-cita, dan harapan..


hanya padamu aku berserah y ALLAH y RAB


24082009
9.48pm wib
Powered By Blogger