jangan harap gw akan bahas soal masalah "umum" digital fotografi yang beberapa periode terakhir ini sedang dalam masa kejayaannya. mulai dari hardware yang semakin gila-gilaan sampai k software yang waras-warasan ^^.
masalah "khusus" fotografi yang mengganggu pikiran gw adalah masalah : Pencetakkan Foto
pada era sebelum digital fotografi berkembang sedemikian dahsyatnya, orang harus rela pergi k tempat percetakan foto untuk melihat hasil jepretan mereka, entah hasilnya burem kek, terang banget kek, or bagus, orang tetap harus cetak tu foto, biar bisa melihat hasilnya..
nowdays, termasuk gw, orang lebih cenderung suka nyimpen hasil jepretannya di harddisk or di situs fotografi/pertemanan/sejenisnya. g masalah sama sekali, kecuali mereka punya nyokap kayak nyokap gw, yang g bakal puas dengan ngelihat hasil jepretan di layar komputer gw
"cetak tu foto" begitu beliau bersabda
"y elah, bwt ap c??" sahut gw
"biar bisa d liat" jawabnya lagi
"kan ud ne" sanggah gw sambil nunjuk k layar monitor
"udah lah cetak aj" kata nyokap sambil ngeluari 2 lembar 100k-an
"ok deh" jawab gw sambil mesam mesem (ad duit segera berangkat!!)
sebenernya gw kurang begitu suka dengan digital fotografi, entahlah, semua terasa begitu praktis dan instan (walaupun sebagian teman gw yang "penggila" digital fotografi bakal ng-debat ini sampai mampus!!!)
dulu 1 jepretan begitu berharga, selain daripada moment yang g bakal terulang, harga KLISE/FILM foto pun relatif mahal, agak sayang buat membuang-buang jepretan..
sekarang, asal batere masih kuat, memory storage masih lapang, jeprat jepret bakal terus berlanjut, dan g perlu d cetak, cukup d lihat aja, d edit kalo perlu, biar lebih asoy
tapi, ne semua kan balik lagi k selera, k kebutuhan masing-masing, k kemampuan masing-masing ^^
-i do need digital camera, but i do prefer an analog photo album-
Adzari Anandito
3.31pm wib
310809


No comments:
Post a Comment