Friday, December 7, 2007

Sekedar Kisah Dunia

Sekedar Kisah Dunia

Lama baru kusadari ternyata langit tak sebiru yang kukira selama ini, awan tak selembut dan tak seputih yang kukhayalkan selama ini. Begitu juga dengan hari-hari yang kulewati, terasa ada yang hampa, seperti ada ruang kosong dalam jiwa yang terus merasa haus akan sesuatu yang tak pernah terungkap. Tapi semenjak aku mengenal-Nya, jiwaku mulai berkurang kehausannya, walau mungkin jiwaku tak akan mampu menampung semua yang Ia telah berikan padaku, seperti kata pepatah “ Manusia tak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya, manusia akan selalu menginginkan lebih daripada yang mereka punya. Dan ketika manusia bertemu ajal barulah mereka sadari bahwa kepuasan abadi yang mereka inginkan ada di kehidupan yang lain “.

Telah banyak hari yang kulalui dengan sia-sia, hanya mencari kepuasan yang aku sendiri tahu bahwa itu hanya kepuasan semu, kepuasan tanpa akhir. Tapi tetap saja aku menikmati kepuasan itu walau aku tahu kepuasan itu akan menjadi kepedihan yang sangat, nanti di kehidupan yang lain. Tapi aku tetap tak mau berubah ( bukan tak bisa berubah ), sesuatu yang ganjil memaksaku untuk mengulang-ulang kepuasan itu, dan aku hanya bisa pasrah ( atau pura-pura pasrah ) dalam melakukan kepuasan itu.

Aku selalu berkata pada diriku sendiri bahwa ini semua harus berakhir, tapi aku sendiri tak tahu bagaimana harus mengakhirinya. Ingin segera kuakhiri hidupku, tapi kusadari bahwa kehidupanku bukanlah milikku tapi milik-Nya yang maha menguasai semesta alam ini. Dan hanya Dia yang berhak menentukan hidup dan matiku. Dan aku tetap dalam kungkungan kepuasan semu yang ( seperti ) telah menjadi bagian hidupku.

Mungkin ini hanya sekedar kisah dunia yang akan segera berakhir, jika aku telah mati. Tapi kisah ini harus kuakhiri dengan suatu ( yang dianggap ) kesucian. Tak ingin aku pergi dengan noda-noda yang mengotori ragaku ( bahkan jiwaku ). Masih-masih banyak kisah dunia dan kisah kepuasan semu yang lainnya yang akan tetap ada sampai waktu ( nanti ) berhenti yang akan tetap mengusik aku-aku yang lain.

Adzari Anandito


30-November-2002

No comments:

Powered By Blogger